kammilipiakammilipiakammilipiakammilipiakammilipiakammilipiakammilipia
Latest Post

HNW: 2013 Waktunya Jokowi Kerja, Bukan Pencitraan

Written By IFANUDIN on Kamis, 21 Februari 2013 | 09.32


Warga membawa anak dengan ember ketika banjir merendam Kampung Arus, Cawang, Jakarta, Senin (24/12). Ratusan rumah di kampung Arus terendam banjir setinggi 1-2 meter akibat luapan Sungai Ciliwung. (ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/mes/12.)

dakwatuna.com – Jakarta. Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) berharap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, segera merealisasikan janji-janji kampanyenya pada tahun 2013. Hal tersebut karena saat ini warga DKI Jakarta menaruh harapan besar kepada pria yang akrab disapa Jokowi itu.
“Pak Jokowi sudah mewacanakan beragam hal, programnya bagus-bagus. Tentu masyarakat berharap bahwa apa yang beliau wacanakan itu tidak sekedar wacana. Berarti memang janji-janji beliau sudah bisa direalisasikan,” katanya, Selasa (1/1/2013).
Ketua Fraksi PKS itu juga menilai, waktu dua bulan sejak Jokowi terpilih sudah cukup untuknya mengetahui masalah dan kondisi di lapangan. Untuk itu Hidayat mengatakan awal tahun 2013, adalah waktu bagi Jokowi untuk melakukan gebrakan nyata dan bukan lagi berwacana.
“Bukan lagi waktu untuk berwacana, bukan lagi waktu untuk membuat citra. Sekaranglah waktunya beliau untuk bekerja dan merealisasikan. Dan mudah-mudahan beliau bisa meyakinkan banyak pihak untuk kemudian bisa menghadirkan Jakarta baru,” tegas dia.
Terkait beberapa wacana yang telah disampaikan Jokowi seperti kebijakan pembatasan kendaraan, pembuatan deep tunnel hingga wacana lain yang mengundang pro dan kontra, Hidayat mengatakan itu menjadi tantangan Jokowi untuk mewujudkannya.
“Tantangan bagi beliau untuk bisa menjawab beragam kekhawatiran publik. Untuk kemudian bisa menghadirkannya sebagai realita yang nyata. Saya tentu tidak bisa memprediksi bisa apa tidak, karena terkait dengan beliau. Dan itu sepenuhnya adalah ujian bagi kemampuan beliau, kita tunggu saja,” kata Hidayat. (mvi/inilah)

Oposisi Australia Tolak Pandangan Wilders yang Anti-Islam


Pemimpin kubu oposisi Australia, Tony Abbott. (AP Photo / ROL)dakwatuna.com – Canberra. Tidak semua pihak di Australia menelan mentah-mentah celotehan politisi anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders. Pemimpin oposisi Australia, Tony Abbott adalah salah satunya.
Abbot menilai pandangan Wilders tentang Islam dan Muslim ketika berbicara di Melbourne, Senin kemarin, salah substansi. “Wilders boleh saja berbicara tetapi multikultural Australia berbeda dengan Belanda. Saya pikir Muslim negara ini begitu santun,” kata dia seperti dikutip ABC news, Rabu (20/2).
Abbot mengatakan masyarakat Australia tentu memahami identitasnya. Karena itu, masyarakat Australia enggan membagi diri atas dasar ras, agama, warna, kelas, dan gender. “Itulah salah satu kekuatan besar negara ini. Kami selalu sadar dengan apa yang dimiliki,” kata dia.
Seperti diberitakan, pemimpin Partai Kebebasan Belanda (PVV) akhirnya mengunjungi Australia. Tahun lalu, Wilders sempat berencana namun menunda kunjungannya itu. (Agung Sasongko/Ajeng Ritzki Pitakasari/ROL)

Bohong memang menyenangkan!


Ada sebuah teka-teki, sedikit janggal tapi cukup faktual untuk menggambarkan apa yang terjadi di tengah-tengah kita saat ini. Jika suatu malam, digelar sebuah makan malam di sebuah restaurant yang hanya menyediakan dua meja saja. Satu meja diisi oleh para moralis dan filsuf-filsuf besar seperti Immanuel Kant, David Hume dan yang lain-lainnya. Meja satu lagi diisi oleh para pembohong dan si mulut besar, seperti Machiavelli, Casanova, Rousseau, Ernest Hemingway dan Oscar Wilde. Pertanyaannya, meja mana yang lebih ramai dan paling riuh? Kira-kira jawaban Anda, meja yang mana?
Saya melakukan survey kecil-kecilan dengan mengajukan teka-teki di atas pada teman-teman dekat. Dan seperti dugaan, semua jawaban yang saya dapatkan, tentu saja meja yang lebih ramai dan paling riuh adalah meja kedua. Meja tempat berkumpulnya orang-orang bermulut besar dan para pembohong. Sejak awal saya juga sudah menduga, bahwa meja itulah yang lebih menyenangkan daripada meja para moralis dan para filsuf. Meja kebenaran adalah meja yang membosankan.
Saya mendapatkan teka-teki ini dari buku The Penguin Book of Lies. Termasuk salah satu buku klasik yang pernah diterbitkan oleh penerbit internasional Penguin. Terbit pertama kali pada tahun 1990. Istri saya menghadiahkan buku ini, setelah membelinya dalam keadaan bekas pakai di halaman sebuah masjid di wilayah Jakarta Selatan. Rezeki besar, batin saya. Buku bagus, dalam kondisi yang masih bagus, dengan content yang sangat bagus. Memuat sejarah kebohongan dalam sejarah manusia sejak era purba sampai zaman modern. Tidak saja kebohongan yang dilakukan oleh manusia, tapi juga oleh institusi bernama negara, media, bahkan sekolah.
Frederich Nietzche mengatakan, bagaimanapun kebohongan adalah sesuatu yang diperlukan dalam kehidupan. “Lies are necessary to life,” begitu kata Nietzche.
Begitulah kehidupan kita saat ini, dibangun di atas konstruksi kebohongan yang bukan saja merajalela, tapi sudah menjadi semacam kebutuhan dalam hidup. Dengan kebohongan, hidup nampak lebih indah. Dengan kebohongan, sesuatu yang sulit menjadi mudah. Dengan kebohongan, kita seolah-olah menjadi lebih bahagia.
Kebohongan ada di mana-mana, di sekitar kehidupan kita. Di rumah, mungkin kebohongan tak pernah absen kehadirannya. Seperti dalam sebuah novel yang ditulis Gabriel Garcia Marquez, Love in the Time of Cholera atau El amor en los tiempos del cólera, ada sebuah dialog antara dua tokoh di dalamnya tentang perkawinan yang telah lama mereka bina. Di hari peringatan perkawinan, sang suami bersulang dengan istrinya untuk pernikahan mereka. “Untuk perkawinan kita. Dalam perkawinan, kebahagiaan bukanlah segalanya, tapi stabilitas adalah yang utama,” ujar sang tokoh.
Di ranah sosial yang lebih luas, kebohongan seolah menjadi tiket utama kesuksesan manusia. Lihat saja para politisi di negeri ini. Semakin besar mulut mengumbar bualan, semakin besar kemungkinan untuk menang. Tepat seperti yang digambarkan oleh Niccolo Machiavelli dalam The Prince yang ia tulis pada tahun 1532. “Prince never lacks legitimate reason to break his promise,” tulis Machiavelli.
Hari ini, kebohongan adalah kehidupan kita sehari-hari. Yen ora edan, ora keduman, kata Jayabaya dalam jongkonya. Kita dipaksa kompromi dengan dusta. Dan akhirnya, kita dipaksa menikmatinya. Lalu kita terlena. Terjerat dengan sangat erat. Nyaris tak punya daya untuk lepas dari bualan dan omong besar. Karena hanya dengan bualan dan omong besar, hidup menjadi lebih hidup. Apalagi yang dicari, selain hidup terasa lebih hidup. Jika harus bohong untuk mendapatkannya, biarkan saja.
Saya teringat kisah tentang Ka’ab bin Malik yang tak turut dalam perang Tabuk. Dalam kitab Riyadhus Shalihin diriwayatkan, Ka’ab sendiri berkata, “Aku tak pernah menemukan diriku sesiap ini, aku tidak pernah menemukan diriku sekuat ini.” Ia merasa sangat siap dan kuat untuk berangkat ke perang Tabuk. Tapi perjalanan perang itu ia tunda-tunda, dan akhirnya ia batal untuk bergabung dengan pasukan Muslimin lainnya.
Ketika Rasulullah dalam perjalanan pulang ke Madinah, hatinya berdebar-debar. Mempersiapkan alasan-alasan yang akan ia jadikan hujjah mengapa tak turut berjuang di jalan mulia. Segala alasan telah ia kumpulkan, “Aku adalah lelaki dengan lidah yang tajam. Niscaya jika aku kemukakan alasan, Rasulullah akan menerimanya.” Persiapan kebohongan itu, ternyata tidak membuatnya bahagia. Akhirnya Ka’ab berterus terang, ia tak punya alasan ketika tak turut berperang.
Andai saja ia dusta, tentu ia tak dihukum demikian rupa. Selama berhari-hari ia dikucilkan, bahkan oleh istrinya sendiri. Tatapan matanya tak pernah bertemu dengan tatapan mata Rasulullah, lelaki yang paling dicintainya. Salamnya tak pernah dibalas oleh penduduk Madinah. Bumi yang luas, ia rasakan menjadi sempit menghimpit. Itulah yang harus dibayar untuk sebuah kejujuran.
Tapi ketika firman Allah turun, “Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. at Taubah:118) Ka’ab belum pernah merasakan hatinya bahagia, seperti kebahagiaannya saat ayat ini diturunkan sebagai tanda penerimaan atas taubatnya.
Apakah kita akan menukar ridha Allah dengan kebohongan yang terus kita ada-adakan dalam kehidupan kita? Mungkin saat ini kita bahagia, tapi tak akan ada manusia yang mampu menipu dirinya sendiri, terlebih menutupi kebohongannya di depan Allah SWT. (Herry Nurdi)

Sumber:http://pks-beni.blogspot.com/2013/01/bohong-memang-menyenangkan.html

Undangan Mengikuti Kursus Singkat (30 jam) Dasar-Dasar Bahasa Arab


Undangan Mengikuti Kursus
Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Dan Arab (LIPIA) di Indonesia berencana untuk mengadakan kursus singkat (30 jam) dasar-dasar bahasa Arab, periode 15/4/1434H - 10/5/1434H = 25/2/2013M - 22/3/2013M.
Bagi yang berkeinginan untuk mengikuti kursus tersebut, harap segera mendaftarkan namanya secara langsung ataumelalui web kami. Untuk mendaftar melalui web, klik di sini:

sumber: http://www.lipia.org/ina/

Mencemaskan, 97 Persen Pelajar di Indonesia Pernah Mengintip Situs Porno

Written By IFANUDIN on Rabu, 20 Februari 2013 | 21.37

Mencemaskan, 97 Persen Pelajar di Indonesia Pernah Mengintip Situs Porno
Ilustrasi anak-anak bermain internet © Reuters/Jorge Silva

Perkembangan teknologi memiliki dua sisi, negatif dan positif. Hal tersebut dikemukakan dalam seminar Internet is Awesome for Students, Senin (18/2/2013), di Jakarta.
“Data pengguna internet Indonesia saat ini ada 62 juta pengguna, lebih banyak dari Singapura, dan 80 persen penggunanya berumur 15 – 30 tahun,” ujar Kalamullah Ramli, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI kepada media, salah satunya Tribunnews.
Kalamullah mengutip survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, tentang dampak negatif dari internet yang melibatkan 4.500 pelajar SMP dan SMU adalah 97 persen pelajar pernah mengakses situs porno, 92,7 persen pelajar pernah melakukan kissing dan oral sex, 61 persen pelajar SMP pernah melakukan hubungan seksual, dan 21,2 persen siswi SMU pernah melakukan aborsi.
Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan fungsi sosial media. Menurut Kalamullah, perubahan tersebut diklasifikasikan menjadi empat hal, yaitu cyber bullying (kekerasan dan pelecehan melalui internet), cyber fraud (informasi tidak benar di internet atau hoax), penipuan transaksi online, cyber gambling (perjudian berkedok game online), dan cyber stalking (penculikan dengan kenalan di social media).
“Ini tantangan kita, sebagai orangtua kita jangan diam saja. Karena kita tidak bisa setiap hari ketemu mereka, ngobrol dengan mereka, salah satu cara memantau mereka, saya berteman dengan anak-anak saya di Twitter,” Kalamullah berbagai pengalaman dengan peserta seminar.
Bagi orangtua atau masyarakat yang menemukan situs porno, judi, transaksi seks, online shop mencurigakan, atau kejahatan di dunia maya dapat dilaporkan ke Kominfo. Pasalnya Kominfo memiliki software yang mem-blacklist bernama Trust Positive. Pengaduan dapat dilakukan melalui email dan akan ditindaklanjuti. Email ke: pengaduan@kominfo.go.id dan aduankonten@kominfo.go.id.
“Pengaduan dalam seminggu ada ribuan, jadi harap bersabar, bisa juga mention kami di Twitter,” kata Kalamullah sembari menyebutkan akun Twitter @kalamullahramli dan @bonipujianto untuk pengaduan.
“Beberapa hari lalu ada beberapa situs yang terungkap kejahatannya, itu kerjasama kami dengan LSM, cyber division Polri, dan aduan masyarakat. Kalau di Cina ada lembaga khusus untuk blocking, mereka ada empat ribu orang pegawainya. Kita belum bisa begitu, tetapi apa yang dilarang di dunia nyata, akan dilarang pula di dunia maya,” tegasnya.

sumber: http://news.fimadani.com/read/2013/02/19/mencemaskan-97-persen-pelajar-di-indonesia-pernah-mengintip-situs-porno/

MetroTV Berulah Lagi, KAMMI Lapor ke KPI

 

MetroTV berulah lagi. Setelah kasus fitnah terhadap Rohis sebagai tempat rekrutmen teroris September 2012 lalu, televisi milik Surya Paloh itu kembali "menyakiti" hati umat Islam. Dalam program INSIDE 14 Februari 2013  bertajuk "Berdarah Yahudi Bernafas Indonesia", MetroTV memberitakan kelompok-kelompok penentang penjajahan atas bumi palestina dengan sebutan kelompok intoleran dan anti semit. Salah satunya adalah organisasi mahasiswa ekstra kampus, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Menyikapi pemberitaan tidak adil itu, KAMMI pun melaporkan MetroTV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Sabtu (16/2).

"Memang tidak disebutkan secara jelas nama organisasi KAMMI, namun aksi bebaskan Palestina yang dilakukan KAMMI dengan pengambilan gambar logo dan bendera dilakukan dengan durasi yang cukup lama dan berulang” Ujar Zahra, Humas KAMMI Pusat, dikutip dari Dakwatuna.

Secara terpisah, Azimah Soebagijo, komisioner KPI Pusat menyerukan agar terus membangun kesadaran masyarakat untuk kritis terhadap pesan–pesan media. Mengajak berfikir dan berdiskusi tentang segala hal yang terjadi di sekitar mereka, karena jelas media sarat kepentingan.

Program INSIDE "Berdarah Yahudi Bernafas Indonesia" yang bisa diakses di laman http://www.metrotvnews.com/videoprogram/detail/2013/02/14/16218/218/Berdarah-Yahudi-Bernafas-Indonesia/ juga telah menuai banyak kritik umat Islam.

"MetroTV antek zionis dan liberalis.. beritanya asal-asalan dan gak bermutu. Pembodohan masyarakat," tulis Layla Sari.

"Buat umat Islam Indonesia.. beware.. MetroTV antek zionis, beritanya berat sebelah.. boikotttt'" timpal Irme. [IK/Dkw/Mtr/bsb]

Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2013/02/metrotv-berulah-lagi-kammi-lapor-ke-kpi.html

Pelatihan Kepenulisan KAMMI Komisariat LIPIA 2012 : “DENGAN PENA TAKLUKKAN DUNIA”

Written By Anonim on Kamis, 17 Mei 2012 | 11.43

-->

Pasar Mingggu (29/4) – Pada periode kepengurusan 2011-2012 KAMMI Komisariat LIPIA kembali mengadakan sebuah kegiatan Pelatihan Kepenulisan yang bertemakan “Dengan PenaTaklukkan Dunia.” Acara yang diadakan oleh Departemen HUMAS ini berlangsung di aula Masjid Al-Ikhlash – Jatipadang – Pasar Minggu pada hari Ahad, 29 April 2012. Acara ini dilaksanakan sebagai salah satu agenda semarak pra-MUSKOM XII KAMMI Komisariat LIPIA.

Panitia telah stand by di tempat acara kurang lebih Ketika jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WIB. Tidak seperti tahun sebelumnya yang hanya diadakan semalam, kali ini kegiatan dilangsungkan selama 1 hari penuh. Acara dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepenulisan kepada para mahasiswa dan mahasiswi LIPIA khususnya para kader KAMMI.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Sekretaris Umum KAMMI LIPIA, Al-Akh. Fajar Rachmadhani yang menyampaikan sambutannya dengan berapi-api dan menggelorakan semangat para peserta yang hadir pagi itu. Setelah itu, langsung dilanjutkan ke materi pertama tentang teknik pembuatan Artikel. Pembicara pada materi ini adalah Al-Akh. Inggar Saputra (Kedep. HUMAS KAMMI Pusat). Pada awal penyampaiannya, Mas Inggar langsung meminta kepada peserta untuk melakukan simulasi. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Pada sesi yang dimoderatori oleh Al-Akh. Ujang Saputra ini, Mas Inggar menyampaikan beberapa hal tentang teknik-teknik penyusunan artikel mulai dari proses prewriting, drafting, editing sampai publishing. Di antara yang disampaikan adalah salah satu modal utama menulis itu harus banyak membaca, karena dari membaca kita akan mendapatkan banyak referensi dan melatih untuk berfikir kritis.

Setelah para peserta dituntut untuk memainkan otaknya di materi pertama, maka pada materi kedua para peserta dituntut untuk lebih memainkan perasaannya. Topik materi kedua adalah Teknik penulisan Cerpen, yang disampaikan oleh Al-Akh. A’la Dzunnurain (Juara I Lomba Cerpen tingkat Nasional asal LIPIA). Penyampaian materi di awali dengan penampilan video singkat perjalanannya menjadi juara I, kemudian latar belakang kenapa dia menulis cerpen,  dan dilanjutkan dengan teknik-teknik penulisannya.

Para peserta yang mengikuti acara ini cukup antusias, terbukti dengan pro-aktifnya mereka pada sesi pertanyaan. Setelah istirahat, shalat dhuhur dan makan siang, acara kembali dilanjutkan. Pada sesi ketiga ini pesertadikenalkan dengan teknik pembuatan buletin, khususnya buletin As-Shohwah (buletin bulanan KAMMI Komisariat LIPIA). Sesi ini dimulai dengan penjelasan sedikit dari tim HUMAS KAMMI LIPIA tentang teknis penyusunan buletin. Kemudian para peserta langsung dibagi menjadi beberapa kelompok dan mempraktekkan pembuatan buletin. Setelah itu, setiap kelompok langsung diminta untuk mempresentasikan apa yang telah mereka buat. Hasilnya pun bisa dikatakan cukup memuaskan, masing-masing kelompok memiliki kelebihan tersendiri pada konsep dan konten dari buletin yang mereka buat.

Menjelang akhir acara ada beberapa pengumuman dari panitia dan penyerahan secara simbolik sertifikat untuk peserta pelatihan. Pada waktu itu juga dibentuk klub kepenulisan KAMMI Komisariat LIPIA, baik untuk ikhwan maupun akhwat. Dan acara pun ditutup dengan do’a kafaratul majlis yang dipimpin oleh MC Al-Akh. Farhan Ibrahim.

Dengan Pena Taklukkan Dunia!!! (taj/as-shohwah)

Seminar Kondisi Ummat Islam Suriah di Tengah Konflik yang Membara

Written By Anonim on Jumat, 06 April 2012 | 17.40

-->
Al-Ustadz Muhamad Al-Khatib :
-->

“Allah tidak akan pernah meninggalkan kami..”
Pertarungan antara kebenaran dan kebatilan merupakan sebuah keniscayaan. Pertempuran ini telah dimulai sejak diciptakannya manusia pertama Nabiyullah Adam –‘alahissalâm- dan akan terus berlanjut sampai hari kiamat. Pertempuran ini adalah pertempuran antara Habil dan Qabil, antara Ibrahim dan Namrudz, antara Musa dan Fir’aun dan antara Muhammad dan Abu Jahal.
Jatipadang - Pada Rabu malam kamis, 4 April 2012 aula Masjid Al-Ikhlash Jatipadang dipadati oleh ratusan Mahasiswa dan Mahasiswi LIPIA Jakarta yang ingin mengikuti Seminar Internasional Jilid II dengan tema : “Menyoal Kondisi Ummat Islam Syria di tengah Konflik yang Membara”. Acara ini merupakan seminar yang diadakan oleh gabungan beberapa organisasi maupun forum daerah di LIPIA, yaitu LDK Al-Fatih, KAMMI Komisariat LIPIA, FoSKI Jawa Timur dan FORMALIS Sulawesi. Narasumber pada acara ini adalah Al-Ustadz Muhammad Al-Khâthib, salah seorang dosen di LIPIA Jakarta asal Suriah.

Setelah shalat isya’ para peserta dari berbagai mustawa dan ‘lintas madzhab’ mulai berbondong-bondong menuju Masjid Al-Ikhlash, baik dari wilayah Gang Wira, Jalan Ketapang, Jl. H. Asnawi, Mangga Besar, Jatipadang maupun dari wilayah-wilayah lain tempat bermukimnya para mahasiswa LIPIA. Sebelum acara inti dibuka ada sedikit pengumuman dari perwakilan KAMMI Komisariat LIPIA yang mengumumkan mengenai kegiatan-kegiatan yang akan mereka adakan sebagai penyemarak MUSKOM XII.
Selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 20.30 WIB acara pun dibuka oleh MC Najmu Fuady. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Oleh Rifa Arifin. Setelah itu acara pun masuk ke bagian inti yang membahas permasalahan Suriah ini. Acara yang dimoderatori oleh Ujang Supriadi ini pun dimulai. Al-Ustadz Khatib membuka perbincangan dengan menyampaikan sebuah do’a untuk penduduk Suriah dan Ummat Islam pada umumnya. Setelah itu beliau menjelaskan tentang kondisi dan fakta-fakta mengenai konflik di Suriah.
Di antara fakta-fakta yang beliau ungkapkan adalah bahwa semua berita yang kita dengar tentang konflik di Suriah, baik dari media cetak maupun elektronik hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari kenyataan yang sebenarnya terjadi. Misalnya tentang jumlah korban meninggal yang dicatat oleh PBB mencapai sekitar 10.000 jiwa, padahal jumlah sebenarnya adalah mencapai 30.000 jiwa lebih. Fakta lain adalah dalam beberapa bulan terakhir penduduk di beberapa kota di Suriah sudah tidak mendapatkan pasokan listrik lagi.
Kemudian, tentang sikap berlebihan tentara pemerintah dalam melakukan serangan kepada penduduk dengan dalih bahwa ada kelompok bersenjata atau para teroris yang ada di masyarakat. Beliau menceritakan, bahkan di sebuah desa di Suriah yang luasnya mungkin tidak seluas wilayah Pasar Minggu terdapat 40 tank baja dengan alasan tadi. Padahal kenyataan yang sebenarnya mereka hanyalah masyarakat biasa yang dihadapi dengan kebrutalan, para tentara itu bahkan menghabisi penduduk tanpa pandang bulu. Baik wanita, orang tua maupun anak-anak mereka bunuh dengan sadis. Fakta lain yang cukup mencengangkan adalah bahwa 70 % dari anggaran negara Suriah ternyata dialokasikan untuk militer dan tentara.
Beliau juga menjelaskan Tentang Pemerintah yang memerintah di Suriah saat ini. Mereka didominasi oleh orang-orang dari kelompok Nushairiyah, salah satu kelompok Syi’ah yang condong kepada kelompok Kebatinan yang menyerupai agama Hindu maupun Syikh. Sedangkan presiden mereka sendiri, Bassar Al-Asad pemikirannya merupakan pemikiran sekuler yang didukung oleh partai yang berkuasa di sana saat ini yaitu Partai Sosialis Arab Ba’ats. Meskipun di antara para menterinya ada dari golongan ahlussunnah namun mereka rupanya tidak bisa berbuat banyak.
Sebenarnya penduduk Suriah tidak terlalu terkejut dengan perlakuan dari pemerintah mereka, karena mereka sudah paham tabiat dan perilaku mereka sejak lama. Bahkan sejak sebelum pemerintahan Bassar, yaitu ayahnya Hafidh Al-Assad yang memperlakukan mereka juga cukup kejam. Namun, sebenarnya membuat mereka bertanya-tanya adalah kurangnya kepedulian dari bangsa Arab maupun asing kepada mereka yang telah didholimi dan tidak bisa berbuat banyak. “Bukankah Suriah tidak ada bedanya dengan Tunisia, Mesir, Libia maupun Yaman. Suriah juga merupakan negeri islam, tetepi kenapa seakan-akan tidak ada yang mempedulikannya. Apakah karena perbatasan Suriah yang dekat dengan wilayah Israel sehingga mereka tidak mau berbuat banyak?” Ungkap beliau.
Mungkin ini adalah salah satu faktor penghambat. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Barat tidak berbuat apa-apa, mereka hanya memberikan seruan-seruan kosong seperti yang diungkapkan oleh Sarkozy presiden Perancis maupun Obama presiden Amerika Serikat. Mereka hanya menyerukan agar menghentikan peperangan di Suriah tetapi tidak mampu berbuat apa-apa. Bahkan sebenarnya perkataan mereka ‘Peperangan ini harus dihentikan’ merupakan perkataan yang janggal dan harus dikritisi. Karena sebenarnya di Suriah tidak ada peperangan, yang ada adalah Pemerintah yang membunuh dan menghabisi rakyatnya. Sehingga seharusnya seruan yang mereka serukan bukanlah seruan untuk menghentikan peperangan, namun seruan agar ‘Pemerintahan ini harus digulingkan’. Yang patut diperhatikan juga bahwa sebenarnya sejak lama pemerintahan Suriah mengatakan bahwa mereka akan menolong orang-orang islam yang ada di Palestina, sehingga mengalihkan 70% anggaran negara untuk militer. Tetapi pada prakteknya semua itu tidak terbukti dan justru digunakan untuk memerangi rakyatnya sendiri.
Di tengah penjelasannya beliau juga memaparkan tentang keistimewaan dari Suriah itu sendiri, diantaranya adalah bahwa Suriah atau secara umum Syam merupakan negeri yang merupakan tempat tinggal beberapa Sahabat Nabi, diantaranya adalah Khalid bin Walid yang dimakamkan di Himsh, Bilal bin Abi Rabah yang dimakamkan di Damaskus, serta beberapa Sahabat lain yang jumlahnya kurang lebih 25 orang. Beliau juga mengingatkan tentang hadits nabi yang mengatakan bahwa Syam merupakan negeri dimana akan terjadinya Perang Besar Akhir Zaman (Al-Malhamah Al-Kubra), serta tempat turunnya Imam Mahdi dan Nabi Isa –‘Alaihissalam-.
Sebelum menutup penjelasannya beliau kembali membahas tentang kurangnya kepedulian bangsa Arab dan ummat islam pada umumnya kepada penduduk Suriah. Dan beliau juga mengungkapkan keheranannya dengan salah satu kelompok militer di Libanon yaitu Hizbullah yang bermadzhad syi’ah, yang megaku bisa mengalahkan Israel dan memiliki kekuatan besar. Begitu juga kepada Iran yang mengaku merupakan Republik Islam dan menjadi penentang utama Israel dan Barat. Namun dibalik semua pengakuannya ini mereka justru mendukung pemerintahan Suriah untuk menghabisi nyawa rakyat yang tidak berdaya.
Tetapi menurut beliau, sebenarnya semua itu bukan merupakan masalah besar, “Seorang muslim hanya memiliki dua pilihan : Hidup bahagia di dunia atau Mati Syahid. Menganai mati syahid sendiri, itu sebenarnya bukanlah kematian, karena definisi mati syahid bagi seorang mujahid adalah kehidupan lain yang lebih kekal dan abadi.” Ungkap beliau. Beliau juga kembali dan sekali lagi menegaskan bahwa yang terjadi di Suriah bukanlah perang antara dua kelompok yang bertikai, namun merupakan peperangan pemerintah kepada masyarakatnya. Di antaranya ada sebuah kejadian yang sangat memilukan, bahwa di sebuah desa ada beberapa bangunan yang dibakar ketika di dalamnya ada anak-anak yang tidak berdosa menjerit ketakutan sementara di luar justru tentara-tentara yang membakar tertawa dan bersenang-senang. Anak-anak itu pun terbakar hidup-hidup. –na’udzubillah-
Pada sesi tanya jawab ada peserta yang menanyakan apa peran dari ulama’ yang ada di Suriah terhadap revolusi yang terjadi. Beliau mengungkapkan bahwa ulama di Suriah terbagi menjadi beberapa kelompok. Diantaranya ada ulama yang pro terhadap pemerintah, namun ada juga beberapa ulama’ yang vokal menyuarakan kedholiman yang terjadi. Tetapi kelompok kedua ini mendapatkan ancaman dengan dijebloskan ke penjara atau keluarganya ditangkap dan dibunuh. Sehingga ada beberapa ulama’ yang tidak berani berbicara meskipun mereka mengetahui yang sebenarnya.
Juga ada pertanyaan tentang bagaimana peran Liga Arab dalam masalah ini. Beliau menyayangkan bahwa Liga Arab sendiri belum bisa berbuat banyak. Mereka memang telah mengirimkan beberapa delegasi ke Suriah untuk melakukan penyelidikan. Namun pemerintah Suriah berusaha untuk menutupi kenyataan dengan menjamu mereka dengan berbagai macam fasilitas agar mereka tutup mulut. Dan cara yang mereka lakukan nampaknya cukup berhasil, kecuali ada seorang utusan dari Aljazair yang berani angkat bicara meskipun dia harus diusir. Dia mengungkapkan bahwa di Suriah tidak ada kelompok sipil bersenjata, yang ada hanyalah kedholiman yang dilakukan pemerintah dan kedholiman serta kedholiman. Dan dibalik pemerintah tersebut ada Israel yang tidak mengizinkan apa yang mereka lakukan.
Namun Pertanyaan besar yang patut kita pertanyakan adalah apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Suriah? Beliau mengatakan bahwa kita memiliki sebuah senjata ampuh yang bisa kita gunakan untuk membantu mereka, di antaranya adalah dengan senjata do’a pada shalat di sepertiga malam terakhir.
Di akhir muhadhoroh beliau mengungkapkan bahwa cukuplah Allah menjadi penolong orang-orang yang beriman. “Karena meskipun para manusia tidak mempedulikan kami, kami yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kami....”. Beliau juga mengungkapkan terima kasih kepada semua peserta yang menghadiri acara tersebut, terutama kepada panitia dan organisasi yang mengadakan acara ini. Dan beliau juga meminta kepada semua yang hadir untuk mendo’akan penduduk Suriah agar selalu mendapatkan pertolongan dan petunjuk dari Allah, karena sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (taj nashr/as-shohwah)

LOMBA PENULISAN ESSAY KAMMI Komisariat LIPIA

Written By Anonim on Kamis, 29 Maret 2012 | 11.25



Dalam rangka gebyar semarak MUSKOM KAMMI Komisariat LIPIA XII
Panitia MUSKOM bekerjasama dengan Departement HUMAS akan mengadakan salah satu agenda menarik...

Ikutilah :

“Lomba Penulisan Essay KAMMI Komisariat LIPIA 2012”
Kriteria Penulisan
- Essay berbentuk artikel bebas
• Tema : Bebas
• Maksimal 2 halaman A4
• Spasi 1,5
• Font : Times New Roman Ukuran 12
- Margins (Top, Bottom, Right dan Left masing-masing 2cm)


Peserta :
Peserta Umum : untuk Mahasiswa dan Mahasiswi LIPIA Jakarta

Waktu Pelaksanaan :
Perlombaan diadakan mulai dari tanggal 25 Maret s.d. 7April 2012

Teknis Pengiriman :
Essai yang telah dibuat diketik rapi dengan persyaratan di atas kemudian langsung dikirimkan ke alamat Email : orangpintar@hotmail.com, Atau bisa langsung diserahkan ke Asrama WAMY (Ikhwan – Akhwat) baik berupa soft copy maupun hard copy. Dikirimkan paling lambat tanggal 7 April 2012 pukul 24.00 WIB. dengan menyertakan Nama lengkap dan identitas pengirim

Hadiah :
Pemenang akan mendapatkan bingkisan menarik dan sertifikat dari panitia pelaksana. Khusus pemenang pertama tulisannya akan ditampilkan di bulletin As-Shohwah edisi berikutnya.

Keterangan :
Peserta lomba akan mengikuti Diklat kepenulisan yang akan dilaksanakan pada 8 April 2012
So, tunggu apalagi gerakkan pena-pena antum….. tuangkan ide-ide dan gagasan antum…..untuk menjadi yang terbaik.

Contact Person :
• Farhan Ibrahim : 081215091413 (Ikhwan)
• Olivia : 087815221422 (Akhwat)

KAMMI adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

MUSKOM XII, dan dominasi kader Muda

Sekitar 2 miggu lagi KAMMI Komisariat LIPIA akan mengadakan agenda terakhirnya di kepengurusan periode 2011-2012. Tepatnya pada tanggal 13 s.d 14 April 2012 KAMMI akan mengadakan Musyawarah Komisariat (MUSKOM ke-XII).

Namun sebelum masuk ke agenda utama tersebut panitia MUSKOM sebagaimana tahun-tahun sebelumnya telah menyiapkan berbagai macam agenda menarik untuk menyambut MUSKOM (Semarak MUSKOM ke-XII), diantara beberapa agenda tersebut ada satu agenda yang telah terlaksana yaitu Bakti Sosial bertajuk 'Gerakan KAMMI Peduli (GKP) Anak Jalanan'. Agenda tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2012 di Taman Karangpola Kelurahan Jatipadang. Acara yang melibatkan beberapa anak Jalanan sekitar ini alhamdulillah bisa berlangsung cukup lancar.



Selain agenda tersebut masih ada beberapa agenda lain yang sedang dan insyaallah akan diselenggarakan, diantaranya :
- Lomba Penulisan Essay 25 Maret s.d 7 April 2012
- Stadium General 5 April 2012
- Kompetisi Futsal antar FORDA di LIPIA 6 dan 8 April 2012
- Diklat Kepenulisan 8 April 2012
- Debat Kandidat Calon Ketua KAMMI LIPIA 10 April 2012
serta agenda-agenda lainnya.

Mengenai pelaksanaan MUSKOM sendiri, ada beberapa perbedaan dan keistimewaan dari tahun-tahun sebelumnya. diantaranya adalah para calon ketua KAMMI Komisariat LIPIA yang didominasi (sekitar 70%) oleh wajah-wajah muda (non-mustawa syariah). Hal ini adalah konsekuensi logis dari komposisi kepengurusan tahun ini yang memang didominasi kader muda. Kita bisa melihat dari hasil polling sementera kandidat calon ketua, beberapa kader muda meraih suara yang cukup signifikan bersaing dengan calon incumbent dan calon senior lainnya.

Jadi, dalam kurun waktu dua minggu ke depan ini panitia MUSKOM nampaknya akan bekerja keras untuk mempersiapkan acara, mulai dari persiapan pra-acara, hari-H sampai penyebaran proposal acara. yang tentunya akan dibantu oleh kader-kader baru yang telah terekrut secara otomatis sebagai anggota resmi KAMMI Komisariat LIPIA melalui agenda Training Organisasi (TO) beberapa waktu yang lalu.

Semoga acara MUSKOM XII dan rangkaian semaraknya akan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan kita bersama.
Amin.

(tim HUMAS K_LIPIAXII)
Sayyid Qutb : “Syahid Adalah Bersaksi Syariat Allah Lebih Mahal dari Hidup”
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. KAMMI LIPIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger