kammilipiakammilipiakammilipiakammilipiakammilipiakammilipiakammilipia
Home » » Jokowi Belum Memberi Bukti

Jokowi Belum Memberi Bukti

Written By Ifanudin Al-Faiz on Jumat, 22 Februari 2013 | 11.32



JAKARTA - Mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) memberi masukan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Meskipun popularitas Jokowi lebih tinggi dibanding sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi calon presiden, JK berpendapat sebaiknya Jokowi tidak tergoda untuk maju Pilpres 2014 dan lebih fokus mewujudkan ekspektasi rakyat yang memilihnya sebagai orang nomor satu di DKI. Saat ini, Jokowi masih sebatas menjadi tumpuan harapan warga DKI, belum memberikan bukti apa-apa.

"Kepopuleran itu punya dua implikasi. Pertama, ekspektasi atau harapan, kemudian setelah itu akan muncul yang kedua, bagaimana membuktikan ekspektasi. Sementara ini Jokowi sangat dihargai karena memberikan banyak harapan," kata JK di kediamannya, Jalan Brawijaya Raya 6, Jakarta Selatan, Kamis (21/2).

Menurut mantan Ketua Umum Golkar itu, sekarang adalah saatnya Jokowi secara sungguh-sungguh mewujudkan harapan tersebut. "Ini yang paling menentukan popularitasnya," imbuh JK.

Dia mengakui siapa pun bisa menjadi calon presiden, termasuk Jokowi, asal persyaratan terpenuhi. Salah satunya diusung oleh partai politik. Tapi untuk Jokowi yang baru saja dipilih sebagai gubernur, dia berpendapat tugas yang paling utama adalah membuktikan janji saat kampanye pemilu gubernur.
"Jangan melompat-lompat. Fokus dulu jadi gubernur. Kalau tidak bisa buktikan itu juga kan langsung selesai persoalan survei tadi. Bahaya sekali," ujarnya.

Tak  Maju

Namun Ketua PMI itu meyakini jika Jokowi tidak akan maju sebagai calon presiden. Ia justru meminta media tidak memanas-manasi agar Jokowi maju sebagai capres. "Jangan dulu Anda panas-panasi. Tidak akan. Percaya sama saya. Banyak kasus begitu. Satu bulan langsung drop kalau tidak bisa dibuktikan," tegasnya. Ia mengingatkan bahwa sejauh ini Jokowi baru memberikan harapan, belum membuktikan apa-apa.

Ditanya soal kemungkinan kembali mencalonkan diri sebagai presiden, JK mengaku belum memikirkan. Ia akan melihat situasi politik menjelang Pilpres seperti sekarang, yang ibarat band membutuhkan vokalis, atau sebaliknya.
"Sekarang banyak sekali band-band yang mencari vokalis. Vokalis juga sibuk mencari band untuk ikut berpartisipasi dalam ajang lima tahunan itu. Untuk bisa menjadi pemenang di ajang pemilihan nasional, vokalis harus punya band terlebih dahulu, kemudian promotornya, baru menghibur," ujarnya saat berkunjung ke UIN Jakarta.

Untuk menjadi seorang ’’vokalis’’, menurut JK, harus memiliki kualitas dan nyanyian yang bisa diterima orang banyak. Agar bisa beradaptasi dengan pemilih, vokalis harus bisa menyanyikan berbagai jenis lagu, tidak hanya keroncong, pop, atau dangdut. Namun ketika didesak apakah dirinya siap untuk ’manggung’ pada Pilpres mendatang, JK tak menampiknya.

"Semua tergantung yang masih mau saya hibur," katanya tertawa. "Yang penting, kalau diizinkan, ya saya harus cari band baru," sambung JK, yang kalah dalam Pilpres 2009. Ketika itu, dia berpasangan dengan Jenderal (Purn) Wiranto. (A20-43) (/)

sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/02/22/216103/Jokowi-Belum-Memberi-Bukti
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. KAMMI LIPIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger